Perkembangan teknologi sangat memengaruhi dunia medis, termasuk pembuatan organ tubuh pengganti, seperti kaki palsu.

Agar dapat berfungsi maksimal, seseorang dengan kaki palsu harus merawat dengan baik alat bantu miliknya, termasuk juga bagian tubuh yang diamputasi.

Kaki palsu merupakan alat yang digunakan untuk menggantikan peran kaki yang hilang akibat kondisi bawaan, penyakit, maupun kecelakaan.

Proses pemasangan kaki palsu dilakukan oleh fisioterapis atau prostetis (ahli membuat prostesa atau pengganti anggota tubuh palsu).

Maka dari itu, penting untuk mengenal fisioterapis atau prostetis Anda. Jangan sampai memilih pemasang kaki palsu abal-abal yang tak memiliki keahlian dan pengetahuan tentang kaki palsu. Ibrahim Medica memiliki tim yang ahli. Prostetis kami adalah ahli dengan disiplin ilmu di bangku kuliah. Sehingga setiap pemasangan mengacu standar operasional yang ada.

Sebelum kaki palsu terpasang, ada beberapa proses yang harus dilakukan, antara lain:

Memastikan kesehatan daerah sekitar kaki.

  • Mengukur stump (ujung tubuh yang diamputasi) agar ukuran kaki palsu pas dengan ukuran tubuh.
  • Membuat cetakan kaki dari plester.
  • Mendesain soket (penyangga) agar lebih nyaman.
  • Menambahkan poros pada calon kaki palsu.
  • Memperindah calon kaki palsu agar sesuai dengan estetika tubuh.

Tepat sebelum pemasangan kaki palsu, biasanya dilakukan desensitisasi pada kulit di sekitar stump atau bagian pangkal yang akan dipasang kaki palsu.

Desensitisasi adalah proses mengurangi tingkat sensitivitas kulit di sekitar stump agar kaki palsu lebih nyaman dipakai.

Proses desensitisasi dilakukan sebagai berikut.

  • Kulit yang menutupi stump ditekan-tekan dengan menggunakan kain yang lembut. Untuk mengurangi pembengkakan, bagian tersebut dibalut menggunakan compression bandage. Hal ini juga dimaksudkan untuk mencegah penumpukan cairan pada stump, baik di bagian dalam maupun di sekitarnya.
  • Selanjutnya pasien disarankan untuk menarik dan menggosok kulit perlahan-lahan di sekitar tulang untuk menghindari terbentuknya jaringan parut yang berlebihan. Langkah ini bisa dilakukan sendiri jika sudah terbiasa atau bisa dibantu tenaga medis.

Biasanya Anda akan mulai latihan menggunakan kaki palsu pada sepuluh hari hingga dua minggu setelah operasi, tergantung kepada kondisi kaki, luka, dan proses penyembuhan pascaoperasi.

Setelah memakai kaki palsu, Anda tetap harus melatih otot-otot yang masih ada di sekitar kaki. Dalam hal ini ahli fisioterapi akan membantu melatih Anda.

Untuk membiasakan diri dengan anggota tubuh buatan ini, Anda disarankan untuk terus melakukan latihan yang diinstruksikan ahli fisioterapi Anda.

Cara Merawat Kaki Palsu

Sebenarnya bukan hanya kaki palsu yang harus dirawat, tetapi juga bagian kaki asli yang menggunakan kaki palsu. Anda harus merawatnya tiap hari dengan cara sebagai berikut.

  • Lepas kaki palsu ketika Anda akan tidur.
  • Periksa kaki palsu Anda, pastikan tidak ada bagian yang rusak, longgar, atau hal-hal lain.
  • Periksa stump Anda, pastikan tidak terjadi iritasi, melepuh, atau mengalami gangguan lain.
  • Mintalah bantuan orang lain untuk turut memeriksa ada atau tidaknya luka pada kulit di sekitar stump secara teratur.
  • Bersihkan stump, lalu pijat kulit perlahan-lahan dengan menggunakan losion.
  • Untuk mengurangi pembengkakan, balut stump dengan menggunakan perban ketika sedang tidak menggunakan kaki palsu.
  • Lakukan latihan untuk mendukung daya tahan, rentang gerak, posisi tubuh, dan peregangan, sesuai dengan arahan dari terapis.
  • Pilih sepatu yang pas. Hindari mengubah tinggi hak sepatu.
  • Kenakan kaus kaki tiap memakai kaki palsu.
  • Bersihkan soket secara teratur menggunakan sabun.

Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah menjaga berat badan, agar kaki palsu tetap sesuai ukuran tubuh dan nyaman dipakai.

Disarankan untuk memeriksakan kaki palsu pada prostetis, minimal satu kali per tahun, untuk memastikan kaki palsu masih layak dan dapat berfungsi dengan baik.

Diharapkan perawatan kaki palsu yang benar akan membantu menghindari masalah kesehatan, yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan anggota tubuh buatan ini.

Referensi: https://www.alodokter.com/merawat-kaki-palsu-sebagaimana-memiliki-kaki-asli
MayoClinic (2017). Amputation and diabetes: How to protect your feet Medline Plus.

National Institutes of Health, U.S. National Library of Medicine. Artificial Limbs NHS Choices UK (2016). Amputation
Robinson, J. WebMD (2017). Using a Prosthetic Device

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here